Bisnis.com, JAKARTA — Konsep perumahan green living semakin populer diaplikasikan pada perumahan – perumahan baru.
Konsep perumahan green living merupakan hunian yang mendukung keberlanjutan lingkungan dengan fokus pada efisiensi energi, penggunaan bahan berkelanjutan, hingga dilengkapi fasilitas ramah lingkungan.
CEO PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) Ming Liang mengatakan pihaknya berkomitmen dalam membangun kawasan hunian ramah lingkungan.
“Kami meemiliki konsep when nature meets the future, ketika alam menyatu dengan teknologi. Kita membangun kota untuk hari ini, esok dan seterusnya dengan menjadikan alam sebagai bagian dari kota Cinity,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (27/2/2025).
Menurutnya, dengan menggunakan bahan material yang ramah lingkungan maka akan lebih tahan lama dan perawatannya mudah. Pihaknya menggunakan bahan material ramah lingkungan dari Singapura yakni Joe Green dalam membangun hunian Mizumi at Hanami di Cikarang International City (Cinity).
Hunian tersebut mengusung eco living yang memanfaatkan energi terbarukan seperti bahan bangunannya sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Baca Juga
“Secara efiesiensi akan lebih awet dalam bahan bangunannya dengan bahan yang ramah lingkungan, jadi lebih cepat, awet, dan perawatannya mudah karena kami menggunakan joe green, bahan bangunan ramah lingkungkan dari Singapura,” katanya.
Mizumi at Hanami juga didesain efisien dengan desain rumah yang open space, ruang multiguna yang terbuka luas dapatkan pencahayaan yang alami serta sirkulasi udara yang optimal wujudkan suasana hunian yang nyaman dan sehat.
Adapun pembangunan Mizumi at Hanami fase 1 tengah dilakukan yang ditargetkan serah terima di akhir tahun 2025.
“Mizumi at Hanami merupakan hunian aman, nyaman, asri dan terjangkau karena dengan cicilan mulai dari Rp4 jutaan sudah mendapatkan rumah berkonsep Jepang 2 lantai 3 kamar tidur,” ucapnya.
Ming menuturkan pembangunan kawasan Cinity mengusung konsep yang mengusung keseimbangan antara alam dan kehidupan urban yang membangun hunian berkualitas di tengah perkembangan pesat kota. Adapun Cinity merupakan kawasan kota baru yang lengkap dan berkelanjutan seluas 500 hektare.
Dalam kawasan tersebut terdapat greenbelt terdiri atas taman, danau, hutan kota di area 350 hektare di tambah dengan pepohonan rindang dengan jarak 10 meter antar pohon yang tersebar di seluruh kawasan Cinity.
“Kami sedang berproses mendapatkan sertifikasi hijau baik untuk kawasan maupun hunian,” ucapnya.
Ming meyakini hunian di Cikarang akan diminati. Pasalnya, harga properti di kawasan suburban Jabodetabek seperti
Cikarang mengalami kenaikan rata-rata 10% hingga 15% per tahun.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Cikarang terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, didorong oleh pertumbuhan industri dan lapangan pekerjaan di kawasan tersebut.
Dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan meningkatnya permintaan akan tempat tinggal berkualitas, hunian di Cikarang diprediksi akan menjadi salah satu primadona di tahun 2025.