Bisnis.com, JAKARTA — Tren hunian hijau dan ramah lingkungan akan terus bertumbuh. Hal ini seiring dengan makin tingginya kesadaran masyarakat terutama di kalangan milenial dan gen z akan pentingnya aspek ramah lingkungan untuk mempertahankan kelestarian bumi.
CEO Leads Property Services Indonesia Hendra Hartono mengatakan meskipun masyarakat semakin sadar akan hunian hijau dan ramah lingkungan, namun faktor harga menjadi masih menjadi pertimbangan dalam membeli rumah.
“Harga tetap berperan karena masalah daya beli dan budget. Jadi apabila harga sama tetapi huniannya berkonsep ramah lingkungan. Maka yang dipilih adalah yang berkonsep ramah lingkungan,” ujarnya kepada Bisnis dikutip Jumat (28/2/2025).
Menurutnya, sangat penting pengembang membangun hunian ramah lingkungan yang terjangkau. Selama ini harga hunian hijau dan ramah lingkungan cenderung tinggi dan menyasar segmen masyarakat menengah ke atas.
Kendati demikian, saat ini memang pengembang tengah berlomba-lomba menerapkan konsep hijau dalam proyek properti. Hal ini karena adanya kesadaran cepat atau lambat akses pendanaan juga akan lebih mudah apabila pengembang menerapkan konsep hijau dalam proyek properti.
“Jadi pengembang sadar kalau bangun proyek hunian hijau bakal ada pinjaman bunga lebih rendah dari perbankan dan juga ada prospek joint venture dengan pengembang asing,” kata Hendra.
General Manager Harmoni Park Group Ardian Hendra mengatakan pihaknya tak menampik tren hunian hijau dan ramah lingkungan.
Baca Juga
Harmoni Park Bekasi dikembangkan dengan konsep berwawasan lingkungan dan sangat mendukung gaya hidup sehat. Lingkungan dan tata bangunan setiap klaster di dalam kawasan juga dirancang dengan asri. Konsep perumahan hijau dan berwawasan lingkungan dengan jogging track, mini zoo dan taman bermain anak.
Hunian ini menyasar kalangan keluarga muda dan kelas menengah yang ingin memiliki rumah berwawasan lingkungan yang terjangkau.
Harmoni Park Bekasi dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dan nantinya akan memiliki 4.000 unit rumah. Dia meyakini hunian di Bekasi memiliki prospek yang bagus. Lokasi Harmoni Park Bekasi di Babelan, Kabupaten Bekasi, semakin menarik bagi perumahan komersial kelas menengah berkat pembangunan infrastruktur masif di wilayah tersebut.
Ardian menyoroti bahwa popularitas kawasan ini meningkat berkat akses mudah ke Jalan Tol Cibitung – Cilincing, memudahkan transportasi menuju Jakarta, Bogor, Cikampek, dan pusat Kota Bekasi.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bekasi tahun 2024 mencapai Rp 279 triliun, melampaui Kota Bandung yang mencatatkan PDRB Rp221 triliun. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini tentunya akan turut berdampak positif terhadap pasar properti khususnya perumahan komersial.
”Seiring tingginya pertumbuhan ekonomi itu, UMK Bekasi 2025 juga naik dari 6,5% menjadi Rp 5,69 juta. Kenaikan ini diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada gilirannya mendorong sektor properti komersial,” ucapnya.
Adapun untuk menarik minat, pengembang membuat program Harmoni Park Vaganza yang memberikan free PPN 100% dan membebaskan biaya BPHTB, KPR, dan AJB. Harmoni Park Bekasi membangun beberapa tipe rumah, mulai dari tipe 27/70, 30/66, 36/72, 40/72 hingga 45/90 dengan harga mulai Rp400 jutaan hingga Rp800 jutaan.
“Ini momentum yang tepat untuk beli rumah khususnya bagi kaum milenial dan keluarga muda untuk memiliki rumah pertamanya. Dengan didukung beberapa bank pemberi KPR seperti, BTN, BTN Syariah, Mandiri, BSI, BJB Syariah, OCBC, dan BNI, yang menawarkan suku bunga rendah dan proses yang cepat,” tuturnya.