Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kontribusi Nol Emisi Karbon, Bank DBS Pacu Pembiayaan Proyek Hijau dan Berkelanjutan

Bank DBS Indonesia berperan sebagai katalis dengan menyediakan pembiayaan seperti sustainability-linked loan (SLL) dan green loan
Gedung Bank DBS Indonesia di Jakarta/dok. DBS
Gedung Bank DBS Indonesia di Jakarta/dok. DBS

Bisnis.com, JAKARTA — Bank DBS Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendanaan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, and Governance/ESG) atau Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sebesar 14,8% sepanjang 2024 hingga 2025.

Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengatakan pihaknya percaya pembiayaan berbasis ESG menjadi krusial untuk mendorong ekonomi berkelanjutan, mendukung proyek hijau, dan transisi energi Indonesia mencapai target net zero emission (NZE) 2060.

“Bank DBS Indonesia berperan sebagai katalis dengan menyediakan pembiayaan seperti sustainability-linked loan (SLL) dan green loan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/3/2025). 

Salah satu pendanaan hijau Bank DBS Indonesia diberikan kepada PT Indo Rama Synthetics Tbk yang merupakan produsen benang pintal dan poliester yang merupakan anak perusahaan Indorama Corporation Pte. Ltd, Singapura. Pendanaan diberikan lewat skema sustainability linked trade facility (SLTF) sebesar US$20 juta pada Januari 2025.

Kemudian, pada awal Maret 2025, Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan Bank UOB Indonesia dalam pendanaan sebesar Rp1,7 triliun kepada PT Princeton Digital Group (PDG) melalui skema club loan.

Dana itu digunakan untuk mengembangkan JC2, kampus pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) dengan kapasitas 22 megawatt (MW) di Cibitung, Jawa Barat.

Untuk sektor produksi pangan berkelanjutan, Bank DBS Indonesia menyalurkan pinjaman SLL senilai Rp350 miliar kepada PT CJ Feed & Care Indonesia. Pembiayaan itu digunakan untuk mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 25% pada 2030.

Pendanaan lainnya termasuk fasilitas trade financing senilai US$50 juta kepada Permata Group untuk memperkuat operasional penjualan biodiesel. Lalu, dukungan terhadap Kaer, perusahaan penyedia solusi pendinginan berkelanjutan untuk bangunan komersial dan industri.

Bank DBS Indonesia juga berkolaborasi dengan Asian Development Bank (ADB) sebagai mitra strategis PT TBS Energi Utama Tbk dalam mempercepat adopsi sepeda motor listrik di Indonesia pada akhir 2024. Pembiayaan sebesar US$15 juta disalurkan melalui PT Energi Kreasi Bersama (Electrum).

“Bank DBS berperan dalam membantu perusahaan bertransisi menuju operasional yang lebih berkelanjutan sekaligus mewujudkan ekonomi rendah karbon. Seluruh upaya ini sejalan dengan salah satu pilar keberlanjutan Bank DBS yakni responsible banking,” kata Kunardy.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper