Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bukan Indonesia, Negara Ini Paling Banyak Tambah Kapasitas Energi Panas Bumi di 2024

Selandia Baru menjadi negara yang paling ekspansif menambah kapasitas energi panas buminya pada 2024
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berlokasi di Tapanuli, Sumatera Utara, yang dikelola konsorsium Sarulla Operations Ltd (SOL) Medco Power bersama dengan INPEX Corporation, Ormat International Inc., ITOCHU Corporation, dan Kyushu Electric Power Co. Inc./medcopower.co.id
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berlokasi di Tapanuli, Sumatera Utara, yang dikelola konsorsium Sarulla Operations Ltd (SOL) Medco Power bersama dengan INPEX Corporation, Ormat International Inc., ITOCHU Corporation, dan Kyushu Electric Power Co. Inc./medcopower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Total kapasitas energi terbarukan global sampai akhir 2024 mencapai 4.448 gigawatt (GW), naik 585 GW atau 15,1% dibandingkan dengan kapasitas tahun sebelumnya, berdasarkan laporan Badan Energi Terbarukan Internasional (International Renewable Energy Agency/IRENA).

Dari tambahan kapasitas tersebut, energi surya menjadi sektor yang berkontribusi paling besar terhadap kenaikan kapasitas. IRENA mencatat tambahan sektor ini mencapai 451,9 GW pada 2024 dengan sumbangan dari China menembus 278 GW dari total ekspansi.

Sebaliknya, kapasitas energi panas bumi atau geothermal bertambah paling sedikit dibandingkan dengan sumber terbarukan lainnya seperti tenaga air, angin dan bioenergi. Sepanjang 2024, tambahan kapasitas energi panas bumi hanya sekitar 380 megawatt (MW) sehingga menjadi 15.427 MW secara global.

Dari tambahan tersebut, Selandia Baru menjadi kontributor ekspansi terbesar dengan tambahan kapasitas sebesar 225 MW, dari 1.050 MW pada 2023 menjadi 1.275 pada akhir 2024.

Indonesia menempati peringkat kedua dengan tambahan kapasitas energi panas bumi sebesar 90 MW sepanjang 2024. Tambahan tersebut membuat total kapasitas geothermal Indonesia di angka 2.688 MW atau yang terbesar kedua secara global setelah Amerika Serikat (AS) yang memiliki kapasitas total 2.703 MW.

Sementara itu, Filipina yang memiliki kapasitas terpasang energi panas bumi terbesar ketiga tercatat tidak melakukan penambahan sepanjang 2024. Total kapasitas geothermal di negara tersebut bertengger di angka 1.952 MW.

Laporan IRENA juga mencatat bahwa peningkatan kapasitas energi terbarukan cenderung timpang secara geografis seperti tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan kapasitas masih berpusat di Asia dengan kontribusi ekspansi terbesar berasal dari China. Negeri Panda tercatat menyumbang 64% dari total penambahan kapasitas tahun lalu.

Sementara itu, Amerika Tengah dan Karibia menyumbang paling sedikit, hanya 3,2% dari total ekspansi global. Di antara negara-negara ekonomi utama, negara-negara G7 menyumbang 14,3% dari kapasitas baru, sedangkan G20 berkontribusi 90,3%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper