Bisnis.com, JAKARTA — Destinasi wisata dituntut dilakukan pengembangan secara berkelanjutan. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga masa depan industri pariwisata nasional.
Pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada pelestarian alam dan budaya. Dalam hal lingkungan, pariwisata berkelanjutan dapat membantu melindungi ekosistem alami dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal, pariwisata berkelanjutan dapat membantu menjaga kelestarian alam dan budaya
Dalam hal masyarakat lokal, pariwisata berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi yang langsung melalui lapangan kerja dan pendapatan dari pariwisata. Selain itu, pariwisata berkelanjutan juga dapat membantu mempertahankan budaya lokal dengan mempromosikan kegiatan dan produk budaya. Prinsip ekowisata dapat mempromosikan pariwisata berkelanjutan dengan cara mengedukasi wisatawan tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya, serta memberikan manfaat ekonomi yang langsung kepada masyarakat lokal.
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Pariwisata Ika Kusuma Permana Sari mengatakan pemerintah tengah gencar mengkampanyekan pariwisata bersih dan berkelanjutan sebagai masa depan industri pariwisata nasional. Sektor ini dicanangkan tumbuh ke depannya dengan mengedepankan praktik hijau secara menyeluruh, yang mencakup pelestarian alam dan lingkungan hingga praktik ekonomi berkelanjutan.
Konsep ekonomi sirkular menjadi salah penopang pariwisata yang berkelanjutan berkelanjutan. Konsep ini menekankan pada penciptaan aktivitas ekonomi berkelanjutan alias bisnis hijau di sekitar destinasi wisata.
"Ekonomi sirkular bukan hanya solusi bagi persoalan sampah tetapi juga pembuka peluang baru bagi masyarakat agar berdaya secara ekonomi. Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam menciptakan ekosistem wisata yang bersih, lestari, dan inklusif," ujarnya dikutip Jumat (29/8/2025)
Baca Juga
Pakar pariwisata Desma Center Wiwik Mahdayani mengatakan tren wisata berkelanjutan pun semakin meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda karena berbagai pembatasan kerumunan menggerus gaya wisata massal. Wisatawan kini lebih menyukai keamanan, kenyamanan, dan memiliki dampak lingkungan.
"Wisatawan dan masyarakat itu ujung tombak pariwisata berkelanjutan. Banyak bisnis pariwisata terdorong melakukan langkah keberlanjutan itu karena tuntutan konsumen," katanya.
Wisata ramah lingkungan menjadi tren yang diminati. Meskipun modal awal untuk menjalankan prinsip pariwisata berkelanjutan terasa mahal, namun efisiensi sumber daya di masa mendatang dapat mengurangi biaya operasional. Prinsip keberlanjutan menjadikan rantai nilai pariwisata menjadi lebih panjang karena melibatkan masyarakat lokal dan memastikan bisnis pariwisata tidak berjalan secara eksklusif.
"Dulu saat prinsip ini belum dikenal luas, banyak sekali pembangunan hotel, resor, atau kawasan terintegrasi pariwisata yang memisahkan bisnis itu dari masyarakat setempat. Saat ini banyak destinasi yang menerapkan pariwisata berkelanjutan berada di kawasan konservasi atau desa berbasis masyarakat. Keberlanjutan bisa berjalan hanya dengan langkah sederhana para pelaku wisata mengelola sampah sendiri dan sumber daya lokal," tuturnya.
Sementara itu, CEO Nuanu City Lev Kroll berkomitmen untuk mengembangkan secara berkelanjutan kawasan Nuanu Creative City seluas 44 hektare di Kabupaten Tabanan Bali. Kawasan ini ditargetkan menjadi pusat inovasi berkat teknologi ramah lingkungan, praktik keberlanjutan, dan pemberdayaan sosial.
Komitmen Nuanu terhadap lingkungan menjadi fondasi utama, dengan menjaga 70% lahannya sebagai ruang hijau dan kebijakan tanpa penebangan pohon. Hal ini membuktikan bahwa proyek pembangunan tetap bisa selaras antara inovasi dan tradisi dimana alam harus selalu didahulukan. Perlindungan keanekaragaman hayati juga menjadi misi utama lingkungan di Nuanu dimana berupaya peningkatan tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu sebesar 20%, konservasi lebih dari 400 tanaman lokal, penanaman lebih dari 15.000 pohon menggunakan metode miyawaki, dan pelestarian lebih dari 500 anggrek.
Nuanu juga telah menetapkan kendaraan listrik sebagai transportasi publik resmi di kawasan ini. Dengan misi menjadi kota kreatif berbasis listrik sepenuhnya pada 2027, Nuanu berkomitmen mendukung Bali mencapai net zero emission pada 2045. Adapun komitmen Nuanu dalam hal lingkungan dilakukan dengan mengoperasikan 1.700 kendaraan berbahan bakar fosil telah digantikan oleh electric vehicle (EV) dimana menghemat 54 liter bensin per hari dan mengurangi 6,4 ton emisi karbon dioksida (CO2) dalam empat bulan pertama.
Kemudian, instalasi panel surya di kantor pusat Nuanu pada Juni 2024 telah menghemat lebih dari 8.000 kilo watt hour (kWh) listrik dan mencegah 37 ton emisi karbon dioksida hingga Desember dimana setara dengan menanam 237 pohon.
Pendekatan Nuanu terhadap pengelolaan limbah dirancang secara menyeluruh sejak awal dimana tingkat daur ulang di Nuanu telah mencapai 95% dari total limbah yang dihasilkan. Hal ini hanya dapat dicapai jika seluruh perencanaan wilayah berlandaskan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan, melibatkan para ahli untuk membangun kawasan yang benar-benar hijau dan berorientasi pada masyarakat.
Nuanu menerapkan filosofi double bottom line yakni menyeimbangkan kesehatan finansial dengan kontribusi sosial dan lingkungan yang bermakna. Pendekatan ini menjadi dasar dari setiap keputusan yang diambil, memastikan pertumbuhan ekonomi selalu sejalan dengan dampak positif bagi manusia dan bumi.
"Salah satu gagasan utama di balik Nuanu adalah menunjukkan bahwa membangun komunitas dan menjaga alam bukan hanya harus dilakukan, tapi juga merupakan langkah strategi bisnis yang kuat. Kami percaya, melakukan hal yang benar, justru membantu kami menarik orang-orang tepat mulai dari investor, mitra, hingga para tamu menciptakan nilai yang lebih berarti bagi Nuanu dalam jangka panjang," ucapnya.
Hingga saat ini, Nuanu telah menginvestasikan lebih dari Rp2,4 triliun untuk mendukung pengembangan proyek dimana sekitar lebih dari Rp493 miliar dialokasikan untuk infrastruktur. Pengembangan infrastruktur ini untuk memastikan kenyamanan dan kelayakhunian dalam jangka panjang.
Pada akhir 2025, akan terdapat 50 proyek di kawasan Nuanu seperti sekolah, beach club, restoran, pusat kebugaran, ruang seni dan budaya, hotel, dan ruang rekreasi. Kawasan ini juga menjadi lokasi perhelatan kegiatan-kegiatan besar dan bahkan telah menjadi tuan rumah untuk lebih dari 100 acara internasional sebelum pembukaan resminya.
Pertumbuhan jumlah pengunjung bulanan di kawasan Nuanu stabil di angka 10% hingga 15% sepanjang 2025 dengan tingkat kunjungan pada hari biasa mencapai sekitar 2.500 jiwa hingga 3.000 jiwa, sedangkan di akhir pekan atau libur panjang bisa mencapai 5.000 jiwa hingga 6.000 jiwa.
"Hampir 30 lebih proyek dan aktivitas yang dapat dinikmati. Value Nuanu back to nature, back to community, dimana bangunan yang dibangun bukan sekadar bangunan tetapi juga dapat merasakan konsep alam. Pelestarian hewan seperti kupu-kupu dimana 25% area Nuanu di setiap proyek harus butterfly friendly sehingga pengunjung tidak hanya melihat bangunan mewah tetapi juga terkoneksi kembali dengan alam," terangnya.
Meskipun mengusung konsep keberlanjutan, namun kawasan Nuanu tak didaftarkan untuk mendapatkan pengakuan resmi sertifikat hijau.
"Sustainability sering jadi permainan kertas, sertifikat, kredit karbon, dan lainnya. Kami ingin bukti nyata yang bisa dilihat mata mulai dari pohon, kupu-kupu, udara bersih sehingga memang kami benar-benar membangun kawasan keberlanjutan tanpa perlu dilakukan sertifikasi. Kami punya tim sustainability sendiri," ucapnya.
Menurut Lev, meskipun membangun kawasan wisata dengan konsep keberlanjutan ini membutuhkan biaya yang besar, namun dia meyakini dapat menghemat biaya operasional. Selain itu, dengan konsep keberlanjutan, umur kawasan beserta bangunan yang ada di dalam Nuanu tidak akan termakan oleh jaman dan menjamin ketahanan bangunan yang lebih lama.
"Kami membangun jalan, jaringan komunikasi, serta sistem pengelolaan sampah yang tak hanya melayani kawasan internal tetapi memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Infrastruktur bukan tentang beton dan kabel. Ada Magic Garden dengan kubah kupu-kupu, deretan anggrek yang mencapai 260 jenis, hingga eksperimen membiakkan capung. Ini bukan atraksi bisnis semata, melainkan cara merawat alam karena menjadi solusi alami mengendalikan nyamuk, jauh lebih ramah ketimbang fogging," ujarnya.
Pembangunan Nuanu memiliki peta jalan berlapis dan bertahap sejumlah fasilitas. Pada 2027, kawasan ini ditargetkan menjadi kawasan yang sempurna untuk tinggal karena seluruh hunian dan hotel akan rampung.
"Setelah konstruksi, giliran konten, acara, dan pengalaman yang terus diperbarui," kata Lev.
Head of Corporate Communication Nuanu Real Estate Reyni Wullur menambahkan pembangunan Nuanu berfokus pada pembinaan komunitas kreatif dan inkubasi sambil mendorong kolaborasi dinamis antar komunitas, pelaku seni, budaya, bisnis kreatif, dan kewirausahaan sosial. Kawasan Nuanu ini dirancang sebagai ekosistem terpadu yang memiliki ruang-ruang khusus untuk belajar mengenai pendidikan, seni dan budaya, alam, kesehatan dan kebugaran, serta hunian dan gaya hidup.
Nama Nuanu berasal dari kata Bali, nu-anu, yang berarti dalam proses. Sejak pembangunannya yang dimulai pertama kali pada Oktober 2020, Nuanu terus berproses dalam pembangunan maupun berkegiatan.
Kawasan Nuanu memiliki 2 patung the earth sentines atau penjaga bumi karya Daniel Popper, seniman asal Afrika Selatan yang saling berhadapan. Patung ini mewakili kehadiran leluhur yang terlupakan, seperti pohon tua, yang telah menjadi fosil dalam batu yang kemudian ditempatkan kembali ke dalam hutan. Patung ini berbentuk dua kepala yang saling berhadapan.
Lalu terdapat Tri Hita Karana Tower setinggi 24 meter hasil rancangan arsitek Perancis Arthur Mamou-Mani yang terbuat dari kayu besi yang diambil dari jembatan kolonial lama dan digunakan kembali untuk elemen struktural utama menara, serta tangga, lantai, dan langkan yang menyimbolkan inspirasi dan kontemplasi.
"Kami juga ada insect lab untuk belajar serangga baik capung, kupu-kupu, kunang-kunang Kemudian, ada taman anggrek yang menampilkan berbagai tumbuhan dan beragam anggrek. Lalu, ada magic garden yang merupakan tempat berinteraksi dengan berbagai jenis kupu-kupu. Ada labyrinth collective kolaborasi dengan banyak seniman komunikasi digital, pembuatan konten, dan pameran. Labyrinth collective terdiri dari studio kreatif, galeri seni, pusat retret seniman, dan ruang serbaguna," tuturnya.
Nuanu juga memiliki tempat belajar di bidang seni untuk anak-anak dengan dinding tempat belajar terbuat dari kayu dan bambu serta atap dari jerami. Nuanu Art Platform telah memiliki 100 lebih siswa yang belajar kesenian baik siswa lokal maupun internasional. Kemudian, juga terdapat aurora park yang mengajak pengunjung untuk meresapi perjalanan dengan nuansa gabungan dari seni, alam, dan teknologi melalui permainan cahaya dan suara dengan mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI).
"Kemudian, patung luna karya seniman Ukraina Alexander Milov yang melambangkan Dewi Ibu. Selain itu. ada ProEd Global School seluas 7.000 meter persegi yang memiliki pendidikan yang berfokus pada inisiatif ramah lingkungan," ujarnya.