Bisnis.com, JAKARTA - Empat perusahaan lintas negara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk melaksanakan studi kelayakan penerapan mekanisme kredit bersama (JCM) pada proyek restorasi dan konservasi lahan basah (WRC) di Indonesia.
Dua perusahaan yang melakukan MOU berasal dari Jepang yaitu, Inpex Corporation dan Sustainacraft Inc. Sementara itu PT Merdeka Sejahtera Persada dan PT Jaga Planet Indonesia mewakili Indonesia.
Kesepakatan ini menandai langkah penting dalam pengembangan proyek berbasis alam yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan serapan karbon.
Selain itu, tindakan mitigasi dan strategi ini dirancang untuk mendukung pencapaian target Indonesia dan Jepang di bawah Perjanjian Paris.
President Director PT Merdeka Sejahtera Persada (Dassa), Sylviana Andhella, mengatakan kerja sama tersebut sekaligus membangun fondasi investasi hijau masa depan. Mengingat saat ini belum ada metodologi JCM yang secara spesifik mengakomodasi proyek restorasi lahan basah dan konservasi (WRC).
Baca Juga
"Kami membawa pengalaman lebih dari satu dekade dalam desain dan implementasi proyek karbon. Kolaborasi ini membuka peluang besar untuk membawa praktik terbaik internasional ke dalam mekanisme JCM," ujar Sylviana, Selasa (14/10/2025).
Saat ini, belum ada metodologi penerapan mekanisme kredit bersama yang secara spesifik mengakomodasi proyek restorasi lahan basah dan konservasi (WRC).
Melalui kerja sama ini, para pihak akan mengembangkan metodologi baru yang selaras dengan kebijakan iklim nasional, standar pemantauan, pelaporan, dan verifikasi, serta memberikan co-benefits bagi lingkungan dan masyarakat lokal.
MoU ini akan berlangsung selama enam bulan sebagai tahap awal untuk menilai potensi penerapan JCM pada proyek WRC.
Apabila studi kelayakan berhasil, langkah berikutnya adalah menyusun perjanjian definitif, termasuk mekanisme pembagian manfaat, prioritas investasi, serta peluang penjualan kredit karbon di pasar internasional.
Kolaborasi lintas negara dan lintas sektor ini diharapkan menjadi tonggak dalam percepatan aksi iklim, sekaligus mendukung transisi energi bersih dan konservasi ekosistem penting di Indonesia.