Badai Topan Ragasa Dekati Vietnam Setelah Mengguyur China Selatan

Badai Tropis Ragasa menuju Vietnam utara setelah melemah di China selatan, mengancam hujan lebat dan banjir di Hanoi hingga Jumat, 26 September 2025.
Ilustrasi badai topan. /istimewa
Ilustrasi badai topan. /istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Badai Tropis Ragasa bergerak menuju Vietnam utara, mengancam akan mengguyur ibu kota Hanoi dengan hujan lebat setelah melemah semalaman saat badai bergerak melintasi China selatan.

Badai tersebut berada di dekat Beihai, dengan kecepatan angin maksimum 75 kilometer (47 mil) per jam hingga pukul 09.00 waktu setempat, menurut prakiraan cuaca dari Observatorium Hong Kong. Badai tersebut bergerak menuju Teluk Tonkin pada Kamis dini hari, dan saat ini sedang berada di pesisir China. 

Dilansir Bloomberg, Ragasa merupakan badai terkuat di dunia tahun ini dan telah meninggalkan jejak kehancuran dari Filipina hingga Taiwan dan Hong Kong. Topan mematikan ini menyebabkan ribuan pembatalan penerbangan dan penangguhan kegiatan belajar mengajar serta layanan kereta api di berbagai kota di China selatan, termasuk Makau.

Badan Meteorologi Tiongkok telah mengeluarkan peringatan hujan lebat untuk sebagian dari enam provinsi selatan, dengan Guangxi diperkirakan akan mengalami banjir terberat hingga 250 milimeter (9,8 inci) hingga Jumat (26/9/2025). 

Badan Meteorologi Vietnam memperingatkan sebagian wilayah utara negara itu dapat mengalami curah hujan melebihi 450 milimeter hingga Jumat malam, serta banjir bandang dan tanah longsor. Berdasarkan prakiraan cuaca, Ragasa diperkirakan akan memasuki Vietnam pada hari Kamis dan kemudian menghilang di daratan.

Para bankir dan pedagang di Hong Kong berlindung di hotel dan ruang keluarga pada Rabu (24/9/2025) setelah kota itu mengakhiri praktik penutupan pasar selama puluhan tahun akibat badai dahsyat tahun lalu. Badai Ragasa menumbangkan pohon-pohon di seluruh kota dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur termasuk beberapa restoran.

Analis Bloomberg Intelligence Steven Lam menuturkan klaim asuransi di Hong Kong dapat berkisar antara US$50 juta hingga US$100 juta yang akan lebih rendah daripada klaim Topan Super Mangkhut sebesar US$492 juta pada 2018. Sebagian besar klaim disebabkan oleh gelombang badai.

Badai tropis lain saat ini sedang bergerak di laut timur Filipina dan diperkirakan akan melintasi negara tersebut dan memasuki Laut Cina Selatan selama akhir pekan. Sistem ini diperkirakan akan bergerak jauh ke selatan Hong Kong tetapi akan menguat menjadi topan saat mendekati Vietnam, mengakibatkan hujan lebat di wilayah yang sama yang diguyur oleh Topan Ragasa. Sistem ini kemudian diperkirakan akan mendarat sebagai badai tropis di Vietnam utara-tengah pada hari Senin (29/9/2025). 

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro