Bisnis.com, JAKARTA - Keberadaan topan Ragasa membuat sejumlah wilayah di Asia Timur seperti China, Hong Kong, dan Taiwan mengaktifkan status waspada.
Di Hong Kong, sinyal badai No.10, yang merupakan level peringatan tertinggi dikeluarkan pada Rabu (24/9) pukul 02.40 waktu setempat saat topan dahsyat Ragasa melintas.
Topan Ragasa datang dengan hujan deras dan angin kencang berkecepatan 118 km per jam atau lebih. Di mana pemerintah telah menerima laporan belasan warga terluka, ratusan pohon tumbang, hingga terjadinya tanah longsor.
China juga masih mempertahankan peringatan oranye, peringatan tertinggi kedua pada Rabu (24/9) terhadap kedatangan topan Ragasa.
Parahnya di Taiwan, sedikitnya 14 orang tewas dan 124 lainnya dilaporkan hilang setelah Topan Ragasa membawa curah hujan lebat yang sebagian besar melanda wilayah timur pulau itu, menurut otoritas setempat pada Rabu.
Apa Itu Topan Ragasa?
Dikenal mematikan hingga membuat otoritas mengaktifkan peringatan darurat, berikut ini sejumlah hal yang perlu diketahui soal Topan Ragasa.
Baca Juga
Topan super Ragasa diambil dari Bahasa Filipina yang artinya kuat dan terburu-buru.
Melansir ABC, topan Ragasa terbentuk di atas Mikronesia di Pasifik Barat pada awal bulan ini dan menggulung di atas perairan laut yang luar biasa hangat untuk mengumpulkan kekuatan.
Pada Senin, topan ini telah diberi label sebagai topan super dengan kecepatan angin maksimum berkelanjutan 265 kpj (165 mph).
Para ahli meteorologi mengklasifikasikan siklon tropis di Pasifik Barat berdasarkan kecepatan angin maksimum berkelanjutannya.
Setelah mencapai setidaknya 119 kpj (74 mph), badai tersebut diberi label topan. Topan super membawa angin berkelanjutan satu menit dengan kecepatan setidaknya 241 kpj (150 mph), menurut sistem ahli meteorologi Angkatan Laut AS.
Adapun menurut Observatorium Hong Kong, topan Ragasa merupakan siklon tropis yang memiliki kecepatan angin maksimum berkelanjutan sekitar 195 km/jam.
Meski sempat dilabeli topan super, namun pada Rabu sore, otoritas cuaca Hong Kong menurunkan status Ragasa dari topan super menjadi topan parah.
Saat itu, badai tersebut mencatat kecepatan angin maksimum 175 km/jam (109 mph) di dekat pusatnya. Badai tersebut diperkirakan akan terus melemah seiring bergerak menuju Tiongkok selatan.
Sebelum mencapai Hong Kong, Ragasa telah membawa kerusakan parah di sebagian wilayah Taiwan dan Filipina.