Pesan Paus Leo di COP30: Krisis Iklim adalah Kegagalan Politik dan Ekonomi

Paus Leo XIV di COP30 menyoroti krisis iklim sebagai kegagalan politik dan ekonomi, menyerukan aksi iklim kuat dan kolaborasi global untuk masa depan yang adil.
Paus Leo XIV menyapa umat beriman di luar Basilika Santo Petrus, pada hari Misa Yubileum Kaum Miskin, di Vatikan, 16 November 2025./ REUTERS-Yara Nardi
Paus Leo XIV menyapa umat beriman di luar Basilika Santo Petrus, pada hari Misa Yubileum Kaum Miskin, di Vatikan, 16 November 2025./ REUTERS-Yara Nardi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyampaikan pesan yang tegas kepada dunia soal perubahan iklim dalam pidato yang disampaikan secara daring di Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30). Paus Leo XIV menegaskan bahwa krisis iklim adalah ujian nyata bagi kemanusiaan dan kepemimpinan global.

Paus Leo XIV membuka pidato dengan gambaran suram yang dihadapi oleh miliaran orang, khususnya di belahan bumi selatan. "Ciptaan berseru dalam banjir, kekeringan, badai, dan panas yang tak henti-hentinya. Satu dari tiga orang hidup dalam kerentanan yang luar biasa akibat perubahan iklim ini," serunya, Senin (17/11/2025) 

Paus Leo kemudian menekankan bahwa Perjanjian Paris juga telah mencapai kemajuan nyata, dan bisa digambarkan sebagai alat terkuat dunia untuk melindungi manusia dan planet ini. Namun, Paus Leo menyebut dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Perjanjian Paris merupakan kegagalan politik pemimpin-pemimpin negara.

“Bukan Perjanjian yang gagal, kita yang gagal dalam respons kita. Yang gagal adalah kemauan politik sebagian orang. Kepemimpinan sejati berarti pelayanan, dan dukungan dalam skala yang akan membuat perbedaan,” katanya.

Pernyataan ini merupakan tamparan bagi negara-negara yang dianggap lamban dalam memenuhi komitmen Nationally Determined Contributions (NDC) mereka atau enggan meningkatkan ambisi iklim.

Paus juga mengatakan bahwa aksi iklim yang lebih kuat akan menciptakan sistem ekonomi yang lebih kuat dan adil. Aksi dan kebijakan iklim yang kuat, bila dilakukan keduanya merupakan investasi untuk dunia yang lebih adil dan stabil.

"Tindakan iklim yang lebih kuat akan menciptakan sistem ekonomi yang lebih kuat dan lebih adil. Tindakan dan kebijakan iklim yang kuat, keduanya adalah investasi untuk dunia yang lebih adil dan stabil," ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau bukanlah beban, melainkan peluang untuk membangun ketahanan, menciptakan lapangan kerja baru, dan memastikan stabilitas jangka panjang. Hal ini diharapkan menjadi sebuah argumen yang semakin banyak diadopsi oleh pelaku bisnis visioner dan investor global.

Tak lupa, Paus Leo XIV menutup pidatonya dengan seruan untuk bersatu. Dia menyerukan kolaborasi yang inklusif, melibatkan ilmuwan, pemimpin, dan tokoh agama dari semua bangsa dan kepercayaan.

"Kita adalah penjaga ciptaan, bukan rival untuk menjarahnya. Mari kita kirimkan sinyal global yang jelas bersama-sama: bangsa-bangsa berdiri dalam solidaritas yang tak tergoyahkan di belakang Perjanjian Paris dan di belakang kerja sama iklim," ujarnya.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler