Perkuat Energi Terbarukan, Hashim Djojohadikusumo Jadi Dewan Penasihat METI

Hashim Djojohadikusumo bergabung sebagai Dewan Penasihat METI untuk memperkuat energi terbarukan di Indonesia, mendukung investasi hijau dan prinsip ESG.
Susunan pengurus Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI)/tangkapan layar Instagram
Susunan pengurus Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI)/tangkapan layar Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Adik Prabowo Hashim Djojohadikusumo menjadi Dewan Penasihat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI).

METI adalah organisasi yang mengkampanyekan energi bersih terbarukan dan konservasi energi di Indonesia. Kini METI memiliki susunan pengurus baru untuk memperkuat dan mempercepat energi terbarukan di Indonesia.

"Dengan penuh syukur dan semangat baru, kami memperkenalkan Struktur Kepengurusan METI (Masa Bakti 2025–2028). Semoga amanah ini dapat membawa METI semakin maju, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat," dikutip dari Instagram METI, Senin (17/11/2025).

Berikut Susunan Pengurus METI hingga 2028:

Ketua Umum METI: Zulfan Zahar

Dewan Penasihat: Hashim Djojohadikusumo

Dewan Pengawas: Wiluyo Kusdwiharto

Dewan Pakar: Herman Darnel Ibrahim

Koordinator Komite Energi Terbarukan: Suroso Isnandar


Dalam catatan bisnis, METI menilai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dapat menjadi peluang bagi pengembangan investasi hijau di Indonesia, seiring dengan meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

Sebelumnya, pengurus harian METI mengatakan ESG saat ini bukan lagi sekadar tren, tetapi telah menjadi kerangka utama investasi dan bisnis global untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Bagi Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam, hal ini dinilai sangat terdampak oleh arah baru ini.

ESG adalah bentuk nyata dari praktik sustainability. ESG kini bukan lagi pilihan, tapi keharusan, terutama bagi perusahaan ekspor dan perusahaan energi. Transisi energi bersih menjadi sorotan utama sejak negara maju menggaungkan beralih dari energi fosil, seperti batu bara, ke energi terbarukan seperti PLTS, PLTA, biomassa dan lainnya. 

Perubahan ini disebut berdampak langsung ke Indonesia, yang mulai mendapatkan tekanan untuk mengurangi penggunaan PLTU berbasis batubara dan mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan seperti panas bumi dan biodiesel.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

    Berita Terbaru

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    # Hot Topic

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Rekomendasi Kami

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

    Foto

    Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro