Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Uni Eropa Resmi Akui Sertifikat Sawit Berkelanjutan Malaysia MSPO

Uni Eropa mengakui sertifikat MSPO Malaysia sebagai standar sawit berkelanjutan dan bisa dipakai untuk memenuhi syarat dalam EUDR
Kumpulan buah sawit yang telah lepas dari tandan sebelum dikirim ke pabrik kelapa sawit PT Sahabat Mewah dan Makmur, Belitung Timur, Rabu (28/8/2024). / Bisnis-Annasa Rizki Kamalina
Kumpulan buah sawit yang telah lepas dari tandan sebelum dikirim ke pabrik kelapa sawit PT Sahabat Mewah dan Makmur, Belitung Timur, Rabu (28/8/2024). / Bisnis-Annasa Rizki Kamalina
Executive Brief
  • Uni Eropa mengakui sertifikat Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) sebagai standar kredibel untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi antideforestasi EUDR.
  • MSPO, yang diwajibkan sejak 2020, menjamin minyak sawit Malaysia bersumber secara legal dan bebas deforestasi dengan sistem pelacakan digital yang transparan.
  • Pengakuan ini memperkuat posisi Malaysia sebagai pemimpin dalam minyak sawit berkelanjutan dan mendukung integrasi pekebun kecil dalam agenda keberlanjutan.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — Uni Eropa (UE) resmi mengakui sertifikat berkelanjutan sawit Malaysia, Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO), sebagai standar yang kredibel untuk syarat antideforestasi komoditas impor di bawah regulasi Undang-Undang Deforestasi UE atau EUDR.

Dalam siaran pers pada Jumat (5/9/2025), European Commissioner for Environment, Water Resilience and a Competitive Circular Economy, Jessika Roswall, menyampaikan apresiasi tinggi atas upaya Malaysia menyelaraskan skema sertifikasi keberlanjutan nasionalnya, khususnya MSPO, dengan ketentuan EUDR. Menurutnya, langkah ini akan membantu pelaku usaha Uni Eropa yang membeli sawit dari Malaysia dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan baru tersebut.

“Uni Eropa mengakui sertifikasi MSPO sebagai skema keberlanjutan yang kredibel dengan sistem ketertelusuran digital berstandar tinggi, yang dapat memfasilitasi kepatuhan operator terhadap EUDR saat membeli komoditas pertanian legal dan bebas deforestasi dari Malaysia,” tulis Roswall dalam pernyataan resmi.

Regulasi EUDR, yang akan berlaku mulai Desember 2025, mewajibkan perusahaan yang menjual kedelai, daging sapi, minyak sawit, kayu, kakao, kopi, serta produk turunan seperti kulit, cokelat, dan furnitur, memastikan lahan terkait produk tersebut bukanlah hasil alih fungsi hutan atau deforestasi sejak akhir 2020.

MSPO sendiri awalnya diluncurkan sebagai skema sukarela untuk sertifikasi sawit berkelanjutan di Malaysia, eksportir sawit terbesar kedua dunia. Namun sejak Januari 2020, MSPO diwajibkan bagi seluruh industri sawit dengan audit independen oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga guna menjamin kepatuhan dan kredibilitas.

Mengutip Reuters, badan sertifikasi Malaysia menyebut bahwa MSPO memberikan keyakinan bagi pembeli dan regulator bahwa minyak sawit bersertifikat bersumber secara legal dan bebas deforestasi. Sistem pelacakan digital yang digunakan juga memungkinkan transparansi rantai pasok penuh serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan global.

Sementara itu, Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Johari Abdul Ghani, menegaskan bahwa pengakuan ini memperkuat posisi Malaysia sebagai pemimpin dalam minyak sawit berkelanjutan dan memastikan lebih dari setengah juta pekebun kecil terintegrasi penuh dalam agenda keberlanjutan.

“Pengakuan Uni Eropa juga menegaskan kredibilitas MSPO sebagai standar yang terpercaya dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

 “Hal ini memberi jaminan kepada pembeli global bahwa minyak sawit Malaysia berasal dari sumber yang legal, dapat ditelusuri, dan berkelanjutan, serta berakar pada penghidupan pekebun kecil serta didukung oleh kerangka nasional yang bersifat wajib,” tambahnya.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro