Bisnis.com, JAKARTA — Uni Eropa (UE) resmi mengakui sertifikat berkelanjutan sawit Malaysia, Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO), sebagai standar yang kredibel untuk syarat antideforestasi komoditas impor di bawah regulasi Undang-Undang Deforestasi UE atau EUDR.
Dalam siaran pers pada Jumat (5/9/2025), European Commissioner for Environment, Water Resilience and a Competitive Circular Economy, Jessika Roswall, menyampaikan apresiasi tinggi atas upaya Malaysia menyelaraskan skema sertifikasi keberlanjutan nasionalnya, khususnya MSPO, dengan ketentuan EUDR. Menurutnya, langkah ini akan membantu pelaku usaha Uni Eropa yang membeli sawit dari Malaysia dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan baru tersebut.
“Uni Eropa mengakui sertifikasi MSPO sebagai skema keberlanjutan yang kredibel dengan sistem ketertelusuran digital berstandar tinggi, yang dapat memfasilitasi kepatuhan operator terhadap EUDR saat membeli komoditas pertanian legal dan bebas deforestasi dari Malaysia,” tulis Roswall dalam pernyataan resmi.
Regulasi EUDR, yang akan berlaku mulai Desember 2025, mewajibkan perusahaan yang menjual kedelai, daging sapi, minyak sawit, kayu, kakao, kopi, serta produk turunan seperti kulit, cokelat, dan furnitur, memastikan lahan terkait produk tersebut bukanlah hasil alih fungsi hutan atau deforestasi sejak akhir 2020.
MSPO sendiri awalnya diluncurkan sebagai skema sukarela untuk sertifikasi sawit berkelanjutan di Malaysia, eksportir sawit terbesar kedua dunia. Namun sejak Januari 2020, MSPO diwajibkan bagi seluruh industri sawit dengan audit independen oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga guna menjamin kepatuhan dan kredibilitas.
Mengutip Reuters, badan sertifikasi Malaysia menyebut bahwa MSPO memberikan keyakinan bagi pembeli dan regulator bahwa minyak sawit bersertifikat bersumber secara legal dan bebas deforestasi. Sistem pelacakan digital yang digunakan juga memungkinkan transparansi rantai pasok penuh serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan global.
Baca Juga
Sementara itu, Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Johari Abdul Ghani, menegaskan bahwa pengakuan ini memperkuat posisi Malaysia sebagai pemimpin dalam minyak sawit berkelanjutan dan memastikan lebih dari setengah juta pekebun kecil terintegrasi penuh dalam agenda keberlanjutan.
“Pengakuan Uni Eropa juga menegaskan kredibilitas MSPO sebagai standar yang terpercaya dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
“Hal ini memberi jaminan kepada pembeli global bahwa minyak sawit Malaysia berasal dari sumber yang legal, dapat ditelusuri, dan berkelanjutan, serta berakar pada penghidupan pekebun kecil serta didukung oleh kerangka nasional yang bersifat wajib,” tambahnya.